Loading...

Untuk tampilan terbaik gunakan Google Chrome dan matikan mode gelap

We Invite You To

Fantri & Helen

Kepada

Yth. -

Tanpa Mengurangi Rasa Hormat, Kami Mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i untuk Hadir di Acara Kami.

We Invite You To

Fantri & Helen




Shalom

The Wedding Of Fantri & Helen

Tuhan membuat segala sesuatu indah pada waktunya.

Dia mempertemukan kami dalam sebuah cerita,

menumbuhkan kasih di antara kami,

hingga akhirnya mempersatukan kami

dalam ikatan pernikahan kudus.

Fantri

Fantri Sihotang

------------

Anak Kedelapan dari 

Bapak T.Sihotang &

Ibu D.Simbolon


------------

Helen

Helen Trisnauli Rajagukguk

------------

Anak Kelima dari 

Bapak Pdt.W Rajagukguk &

Ibu A.Pasaribu


------------

"Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."

(Matius 19:6)

Save The Date




Pemberkatan Pernikahan

September

Sabtu

05

2026

Pukul 10:00 WIB Sampai Selesai

Gereja Pentakosta Indonesia Sidang Hutalontung Desa Hutalontung Kec.muara Kan.tapanuli Utara

Maps Lokasi Acara

Fantri & Helen


Fantri & Helen

Resepsi/Pesta Adat

September

Sabtu

05

2026

Pukul 13:00 WIB Sampai Selesai

Desa Hutalontung Kec.muara Kab.tapanuli Utara

Maps Lokasi Acara

Merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi kami sekeluarga, apabila Bapak/Ibu/Saudara/i berkenan hadir dan memberikan doa restu. Atas kehadiran dan doa restunya, kami mengucapkan terima kasih.





Our Story


Singkat Pertemuan, Panjang Ceritanya

Kami tidak pernah merencanakan kapan akan bertemu, bagaimana kami akan dipertemukan, atau bahwa sebuah perkenalan sederhana nantinya akan membawa kami kepada keputusan terbesar dalam hidup. Namun, kami percaya bahwa tidak ada yang benar-benar kebetulan. Ada tangan Tuhan yang bekerja dalam setiap perjalanan, bahkan melalui hal-hal sederhana yang awalnya tidak pernah kami pikirkan.

25 November 2025 — Sebuah Awal yang Tidak Kami Sadari

Pada tanggal ini, terjadi sebuah bencana banjir yang menjadi bagian dari cerita kami, meskipun saat itu kami sama sekali belum saling mengenal. Tidak ada percakapan, tidak ada pertemuan, bahkan tidak ada sedikit pun bayangan bahwa beberapa bulan setelahnya, kami akan menjadi dua orang yang memilih untuk berjalan bersama menuju pernikahan. Jika saat itu kami tahu bahwa perjalanan hidup kami akan dipertemukan, mungkin kami akan lebih menyadari bahwa setiap kejadian memiliki cerita yang Tuhan persiapkan dengan cara-Nya sendiri.

Januari 2026 — Langkah yang Membawa ke Sibolga

Pada Januari 2026, dia datang dari Pakkat ke Sibolga untuk bekerja. Saat itu, tentu saja tidak ada yang istimewa. Hanya seorang laki-laki yang datang ke sebuah kota untuk menjalani pekerjaannya. Namun tanpa kami sadari, keputusan untuk datang ke Sibolga ternyata menjadi salah satu bagian penting dari perjalanan kami. Dia berada di Sibolga hingga pertengahan Maret 2026. Dan di tengah kesibukan serta kehidupan masing-masing, Tuhan perlahan membuka jalan untuk sebuah pertemuan yang belum pernah kami bayangkan.

13 Maret 2026 — Berawal dari Sebuah Chat

Tanggal 13 Maret 2026 menjadi salah satu tanggal yang tidak akan pernah kami lupakan. Melalui seorang sahabatku, Andre Manalu, kami akhirnya diperkenalkan. Tidak ada pertemuan yang mewah. Tidak ada kisah yang dramatis. Semuanya dimulai dengan cara yang begitu sederhana. Kami mulai berkomunikasi melalui WhatsApp. Awalnya hanya percakapan biasa. Sekadar saling menyapa, bertanya, dan mencoba mengenal satu sama lain. Namun ternyata, dari percakapan sederhana itulah sebuah cerita baru dimulai. Hari demi hari, komunikasi kami semakin sering. Kami mulai berbagi cerita tentang kehidupan masing-masing, saling mengenal karakter, kebiasaan, dan cara berpikir satu sama lain. Perlahan, yang awalnya hanya sekadar chat berubah menjadi percakapan yang selalu dinantikan. Tanpa terasa, tumbuh sebuah rasa nyaman. Tidak ada yang dipaksakan. Tidak ada yang direncanakan. Semuanya berjalan begitu saja, seolah Tuhan sedang menuntun langkah kami sedikit demi sedikit.

18 April 2026 — Ketika Chat Menjadi Pertemuan

Setelah cukup lama berkomunikasi melalui WhatsApp, akhirnya pada tanggal 18 April 2026 kami bertemu secara langsung di Sibolga. Pertemuan yang sebelumnya hanya dibayangkan melalui percakapan akhirnya menjadi nyata. Saat bertemu, kami menyadari bahwa rasa nyaman yang selama ini tumbuh melalui chat ternyata tidak berhenti di layar. Ada rasa tenang ketika berada bersama. Pertemuan itu menjadi awal dari kedekatan yang semakin nyata. Kami semakin mengenal satu sama lain, bukan hanya melalui kata-kata, tetapi juga melalui waktu yang kami habiskan bersama. Sejak hari itu, kami semakin yakin bahwa perkenalan sederhana ini mungkin bukan sekadar kebetulan. Hari-Hari yang Membuat Kami Semakin Yakin Setelah pertemuan pertama, hubungan kami terus berjalan. Kami mulai memahami bahwa mencintai seseorang bukan hanya tentang perasaan bahagia, tetapi juga tentang mengenal kekurangan, memahami keadaan, belajar mengerti, dan tetap memilih untuk bertahan. Hari demi hari membuat kami semakin mengenal satu sama lain. Dari percakapan sederhana hingga pembicaraan tentang masa depan, perlahan kami menyadari bahwa hubungan ini memiliki tujuan yang lebih besar. Dia tidak hanya datang membawa kata-kata tentang keseriusan. Perlahan, keseriusan itu terlihat melalui tindakan, keberanian, dan keinginannya untuk membawa hubungan kami ke arah yang lebih serius. Sampai akhirnya, kami menyadari bahwa kami tidak ingin kisah ini berhenti hanya sebagai sebuah hubungan. Kami ingin menjadikannya sebuah perjalanan hidup.

21 Juni 2026 — Sebuah Langkah Menuju Keseriusan

Setelah melalui banyak percakapan dan pertimbangan, tibalah kami pada sebuah langkah yang lebih besar. Pada tanggal 21 Juni 2026, kami berangkat ke Muara untuk menyampaikan niat baik dan keseriusan hubungan kami kepada orangtuaku. Hari itu menjadi salah satu momen paling berarti dalam perjalanan kami. Dengan hati yang penuh harap, kami datang bukan hanya untuk memperkenalkan hubungan, tetapi untuk meminta restu agar kami dapat melanjutkan hubungan ini menuju pernikahan. Puji Tuhan, orangtuaku menerima niat baik kami dan memberikan izin serta restu. Bagi kami, restu itu bukan sekadar sebuah persetujuan. Restu tersebut menjadi penguat langkah kami untuk melanjutkan perjalanan yang sudah kami mulai. Dan pada hari yang sama, kami menentukan sebuah tanggal yang akan menjadi awal dari kehidupan baru kami:

5 September 2026.

5 September 2026 — Memilih untuk Berjalan Bersama Setelah perjalanan yang dimulai dari sebuah perkenalan sederhana, kami akhirnya sampai pada sebuah keputusan besar. Kami memilih tanggal 5 September 2026 sebagai hari untuk mengikat janji dan memulai kehidupan baru bersama. Jika melihat kembali perjalanan kami, semuanya terasa begitu sederhana.

Sebuah banjir pada November 2025.

Seorang laki-laki dari Pakkat yang datang ke Sibolga pada Januari 2026. Sebuah perkenalan melalui sahabat pada 13 Maret 2026. Percakapan-percakapan sederhana melalui WhatsApp. Pertemuan pertama pada 18 April 2026. Sebuah langkah untuk meminta restu pada 21 Juni 2026. Dan akhirnya, sebuah tanggal yang kami pilih untuk menjadi awal perjalanan seumur hidup.

5 September 2026.

Kami percaya bahwa Tuhan memiliki cara yang indah dalam mempertemukan dua hati. Kadang bukan melalui sesuatu yang besar dan luar biasa, tetapi melalui kejadian-kejadian kecil yang pada awalnya bahkan tidak kita sadari. Kami tidak pernah tahu bahwa sebuah chat WhatsApp akan membawa kami sejauh ini. Kami tidak pernah tahu bahwa seseorang yang awalnya hanya dikenalkan melalui seorang sahabat akan menjadi seseorang yang ingin kami jadikan teman hidup. Namun hari ini, kami bersyukur untuk setiap proses yang telah kami lalui. Untuk setiap percakapan yang membuat kami saling mengenal. Untuk setiap pertemuan yang membuat kami semakin yakin. Untuk setiap proses yang mengajarkan kami tentang kesabaran dan keseriusan. Dan terutama, untuk setiap jalan yang Tuhan bukakan hingga akhirnya kami sampai pada hari ini. Dari sebuah perkenalan, tumbuh sebuah percakapan. Dari percakapan, tumbuh rasa nyaman. Dari rasa nyaman, tumbuh sebuah keseriusan. Dan dari keseriusan, lahirlah sebuah keputusan untuk berjalan bersama seumur hidup. Kini kami tidak lagi hanya ingin menjadi dua orang yang saling mengenal. Kami ingin menjadi dua hati yang saling menemani, saling menguatkan, dan bersama-sama membangun kehidupan yang Tuhan percayakan kepada kami.

5 September 2026

Bukan akhir dari sebuah kisah cinta, melainkan awal dari cerita yang jauh lebih panjang. Cerita tentang dua orang yang memilih satu sama lain, hari ini, esok, dan untuk sepanjang perjalanan kehidupan yang Tuhan izinkan. Dengan penuh kasih dan syukur, kami memulai perjalanan baru sebagai satu keluarga. ❤️







Titip Hadiah


Doa restu Bapak/Ibu/Saudara/i sekalian merupakan karunia yang sangat berarti bagi kami. Dan jika memberi merupakan ungkapan tanda kasih, Bapak/Ibu/Saudara/i dapat memberi kado secara cashless. Terima kasih

Klik tombol dibawah untuk titip hadiah secara cashless:

Klik tombol dibawah untuk titip kado fisik ke acara:

Kehadiran





Fantri & Helen